Rumah | Tentang INSIST | Struktur & Mekanisme | A n g g o t a | Mitra Kerja | Kontak Kami | Web Mail | Forum
[INSIST::Indonesian Society for Social Transformation]
 

MENGGAGAS & MEWUJUDKAN 'DESA-DESA MERDEKA'


'TANAH PERDIKAN':
Agenda Utama Lokakarya Perencanaan Strategis YPRI

Desa adalah satuan inti dari sistem sosial-politik, hukum, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia hingga saat ini. Karena itu desa mestinya menjadi titik-tolak untuk melakukan upaya transformasi sosial apapun yang benar-benar bermakna di negeri ini. Dengan kata lain, wujud ideal masyarakat Indonesia pada hakikatnya hanya bisa dicapai jika desa-desa di negeri ini dan seluruh warganya juga mampu mentransformasikan diri mereka menjadi benar-benar mandiri dan bermartabat.

Inilah salah satu inti kesimpulan dari Lokakarya Perencanaan Strategis YPRI pada tanggal 10-13 September 2007 di Kampus PERDIKAN, Pakem, Jogyakarta. Lokakarya ini difasilitasi oleh Wiladi Budiharga dan Indri dari SCN, Jakarta, sebagai bagian dari kerjasama tiga tahun (sejak Juli 2007) antara D&P (Development & Peace) Kanada dengan YPRI. Diikuti oleh semua anggota Badan Pengurus dan staf manajemen YPRI, lokakarya ini juga diikuti oleh lima orang aktivis ORNOP dari UNDESA, Timor Leste, sebagai bagian dari program magang mereka selama dua minggu di Jogyakarta dan sekitarnya. Selain mempelajari metodologi proses lokakarya ini, mereka juga mempelajari gagasan dan konsep 'desa-desa perdikan' yang menjadi agenda dan tema utama lokakarya.

Impian akan 'desa-desa yang otonom dan berdaulat' bukanlah khayalan dalam sejarah sosial di negeri ini, khususnya di Jawa, terlebih khusus lagi Jogyakarta. Di daerah ini, dahulu dikenal apa yang disebut sebagai 'tana perdikan' (secara harafiah berarti 'wilayah merdeka'), yakni satu kawasan atau desa-desa tertentu yang mendapat perlakuan khusus atau istimewa sebagai wilayah otonom penuh dan bebas mengatur kehidupan mereka sendiri, meskipun tetap berada atau menjadi bagian dari wilayah kerajaan yang berkuasa saat itu. Kecuali dalam beberapa hal yang sifatnya hubungan keluar dengan kerajaan atau wilayah lain, wilayah atau desa-desa otonom ini sama sekali tidak tergantung dan dipengaruhi oleh struktur pemerintahan dan dinamika kekuasaan politik di pusat kerajaan. Salah satu contoh tanah perdikan yang luas dikenal adalah tanah perdikan Bukit Menoreh.

Jejak sejarah itulah yang mengilhami tiga organisasi anggota INSIST di wilayah Jogyakarta dan Jawa Tengah --yakni YPRI sendiri, Perhimpunan Mitra Tani, dan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP)-- untuk mewujudkannya kembali sebagai visi dasar dan tema utama dari semua program transformasi sosial mereka. Pada bulan Maret 2007 yang lalu, tiga organisasi ini melakukan konsolidasi bersama di Kaliurang, dihadiri oleh 34 orang anggota Tim Inti Organiser & Pendidik Rakyat mereka yang tersebar selama ini di puluhan desa di Jogyakarta, Jawa Tengah, juga Jawa Timur. Akhirnya, mereka bersepakat untuk membentuk satu perkumpulan khusus dengan nama Perhimpunan Pendidik Rakyat untuk Perubahan Sosial (PERDIKAN). Perhimpunan ini lebih merupakan suatu jaringan kerja antar perseorangan anggotanya, dan tiga organisasi anggota INSIST tadi menjadi 'badan hukum payung', sebagai sistem pendukung (antara lain, mengupayakan sistem manajemen program, informasi, dan pendanaan) bagi mereka, sehingga para anggota PERDIKAN dapat lebih memusatkan penuh perhatian pada kerja-kerja transformasi sosial langsung di tengah masyarakat pedesaan, tanpa harus terlalu dipusingkan oleh urusan-urusan teknis menajamen dan organisasi. Selain itu, tugas lain dari PERDIKAN adalah melahirkan para organiser dan pendidik rakyat generasi baru bagi semua organisasi anggota INSIST lainnya di seluruh Indonesia.


 

Tentang Kampus PERDIKAN

Setelah bermimpi sekian tahun untuk memiliki satu kampus pusat pendidikan dan pelatihan sendiri, akhirnya INSIST mewujudkannya melalui salah satu organisasi anggotanya, yakni YPRI, yang membangun kampus tersebut di Pedukuhan Sambirejo, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Jogyakarta. Tepatnya, di Jalan Raya Kaliurang KM 18,7, sekitar 15 menit dengan kendaraan bermotor ke arah utara dari pusat kota Jogyakarta (lihat peta di bawah).

perdikan_mapDimulai dengan peletakan batu pertama oleh beberapa anggota Dewan Wali Amanah, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengurus INSIST, pada bulan Januari 2007, akhirnya bagian tahap pertama kampus tersebut selesai dan mulai digunakan pada awal Agustus 2007. Pengguna pertamanya adalah justru para anggota PERDIKAN untuk pertemuan berkala mereka. Lokakarya Perencanaan Strategis YPRI dengan UNDESA Timor Leste adalah kegiatan yang kedua di kampus ini. Bulan November nanti, akan digunakan oleh YPRI lagi untuk pelatihan media bekerjasama dengan D&P.

Sampai sekarang, memang baru bagian tahap pertama (kantor YPRI dan aula serbaguna untuk pertemuan, pelatihan, dll) yang baru selesai (lihat gambar di bawah: aula kampus PERDIKAN tampak dari arah belakang). Meskipun demikian, kampus ini telah dilengkapi dengan jaringan listrik, air, dan akses internet 24 jam. Bagian tahap-tahap berikutnya (studio multimedia, wisma pengurus, rumah tamu, pondok-pondok penginapan peserta, dapur umum dan ruang makan, gudang, dan lahan demplot) akan diselesaikan secara bertahap pula. Untuk itu, Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusian (YSIK, salah satu anggota INSIST di Jakarta) telah membebaskan tambahan tanah seluas 1600 m2, sehingga total luas lahan kampus tersebut kini adalah 3100 m2.

perdikan_frontMeskipun sehari-harinya dikelola oleh YPRI, namun kampus ini disebut sebagai kampus PERDIKAN, karena menjadi pusat pendidikan dan pelatihan utama bagi para anggota PERDIKAN. Para anggota PERDIKAN kini menyusun rencana program pendidikan dan pelatihan reguler, khususnya bagi para petani pedesaan dan warga pedukuhan sekitar kampus. Sementara itu, YPRI bersiap-siap menawarkannya kepada umum untuk dipersewakan sebagai salah satu sumber pemasukan dana bagi PERDIKAN dan YPRI sendiri. Kalau berminat, silahkan hubungi: SEKRETARIAT YPRI.

 

 

lihat juga: KAMPUS-KAMPUS BARU JARINGAN INSIST...

INSIST Jalan Kaliurang KM18, Padukuhan Sempu, Dusun Sambirejo, Desa Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta